Tag Archives: liga 1

Ezechiel Jadi Andalan Persib di Liga 1 Musim Ini

Ezechiel Jadi Andalan Persib di Liga 1 Musim Ini
Ezechiel Jadi Andalan Persib di Liga 1 Musim Ini

Penampilan Ezechiel N’Douassel dinilai Persib Bandung sudah sangat klik dengan ekspektasi klub saat ini. Sejak pertama kali diciduk Persib, Ezechiel secara konsisten kerap mempertontonkan permainannya yang impresif. Tak heran, jika Maung Bandung pun sangat teramat mengandalkan tenaganya pada kompetisi Liga 1 musim ini.

Untuk lebih mempertajam performa striker anyar Persib itu, PLT (Pelaksana Teknis) Pelatih, Herie Setyawan pun punya caranya sendiri untuk memaksimalkan skill anak didiknya itu.

Cara yang diyakini Herie bisa sukses dalam menggembleng Ezechiel adalah dengan cara memberikannya kebebasan untuk mengejar bola. Pasalnya Herie mengamati betul, kalau pemain asal Chad berumur 29 tahun itu punya karakter yang tidak mau diam di tempat dan selalu agresif dalam mengejar bola.

“Ezechiel itu saya lihat tidak bisa menunggu. Dia selalu agresif dan dinamis. Kalau dia tidak disuplai bola, maka dia yang akan nguber bola”, terang Herie yang disambangi wartwan usai sesi latihan di Mes Persib, Bandung, Jawa Barat sore WIB kemarin (Rabu, 6 / 9 / 2017).

“Nah bagusnya, Ezechiel bukan tipe pemain yang rakus bola tapi tumpul dalam melakukan finishing. Dia tahu kapan harus bergerak maju untuk bikin gol, dan juga tahu kapan harus meng- assist bola”, imbuhnya.

“Makanya saya terus melatih Ezechiel dengan banyak melakukan latihan lari mengejar bola. Itu yang saya yakini akan semakin mempertajam potensi, speed serta level  agresifitas -nya”, tuntas Herie.

Ezechiel sebelumnya dipinang Persib pada awal bulan Agustus 2017. Pertimbangan Persib untuk merekrutnya adalah untuk mengganti peran Carlton Cole yang performa lapangannya dinilai sangat jauh dari ekspektasi klub.

Berdasarkan statistik yang terlansir di liga-indonesia.id, Ezechiel sudah membungkus 2 gol dan 4 assist dari 4 laga Liga 1 yang diikutinya bersama Persib.

 

Dua Pilar Absen, Bhayangkara Mati Kutu

Dua Pilar Absen, Bhayangkara Mati Kutu
Dua Pilar Absen, Bhayangkara Mati Kutu

Simon McMenemy, selaku pelatih Bhayangkara FC akhirnya harus rela mengakui ketangguhan Barito Putera. Pasalnya, The Guardian keok 0 – 1 saat menjamu Barito pada laga lanjutan Liga 1 Gojek Traveloka ynag digelar kemarin (Selasa, 4 / 7 / 2017) malam WIB di Stadion Patriot Chandrabhaga Bekasi.

Disisi lain McMenemy juga mengatakan, kalau melempemnya Bhayangkara, lantaran tampil tanpa 2 pemain kunci mereka. Yakni Evan Dimas dan juga Putu Gede.

Sejatinya, Bhayangkara sempat mendapat peluang untuk menyeimbangkan kedudukan. Namun shot attempt dari Bhayangkara, masih bisa dibaca oleh Adhitya Harlan yang mengawal mistar Laskar Antasari. Alhasil kedudukan 1 – 0 yang sudah terlebih dulu dicetak lewat gol Matias Jesus Cordoba pada menit ke 14, tidak berubah hingga pluit tanda laga tuntas ditiup wasit.

Saat laga berkahir, McMenemy tak segan-segan untuk memuji Barito yang sudah tampil konsisten dari awal sampai akhir. Sekaligus memberikan salam hormatnya kepada Jackson F Tiago selaku pelatih dari Barito.

“Saya ucapkan selamat kepada coach Jackson dan Barito. Bukan cuma berhasil bikin gol, tapi Barito sudah bermain sangat bagus. Tetap stabil dari awal sampai akhir bertanding”, puji pelatih asal Inggris itu.

“Tapi bukan berarti kami bermain jelek, lho. Hanya saja kami belum hoki”, sambung McMenemy sembari bercanda.

Ketidakhadiran Evan Dimas serta Putu Gede kemarin, memang terlihat sangat berdampak pada performa Bhayangkara. Mereka berdua yang disebut dengan 2 pilar Bhayangkara terpaksa absen, lantaran harus mengikuti sesi persiapan ajang Kualifikasi Piala Asia U – 23 bersama timnas.

“Absennya Evan Dimas dan Putu Gede terus terang membuat saya sangat pusing. Apalagi mereka berdua lah yang selama ini mempunyai peran yang besar, dari lini tengah hingga lini pertahanan”, kata McMenemy mengomentari absennya Evan Dimas dan Putu Gede.

Pernyataan mantan pelatih timnas Filipina itu juga diaminkan oleh Deny Saputra, bek dari Bhayangkara.

“Hilangnya Evan dan Putu, membuat kami setim harus menyesuaikan pola permainan dari awal. Pada akhirnya, kami pun kewalahan antara bermain dengan kondisi baru dengan menjaga pertahanan kami dari rangsekan lawan”, sahut Dany.

Lakukan Vandalisme, Persebaya Dituntut Ganti Rugi

Lakukan Vandalisme, Persebaya Dituntut Ganti Rugi
Lakukan Vandalisme, Persebaya Dituntut Ganti Rugi

Laga persahabatan yang mempertemukan Persebaya Surabaya dan Persik Kediri yang digelar di Gelora Bung Tomo, meninggalkan sebuah masalah. Yakni, kerusakan terjadi pada sejumlah fasilitas yang terdapat di venue.

Saat itu, laga yang berlangsung pada akhir pekan (17 / 6 / 2017) kemarin cuma berakhir imbang 1 – 1. Namun bertepatan dengan hari ulang tahun Persebaya yang ke 90, suporter Persebaya pun mulai menyalakan kembang api untuk selebrasi. Kendati sampahnya dibuang di lintasan olahraga atletik. Sontak, permukaan lintasan tersebut menjadi gompal dan bopeng akibat terkena panas dan percikan api.

Selain merusak lintasan atletik, suporter Persebaya juga menjebol sejumlah pintu masuk dan merusak pagar pembatas kompleks stadion.

Melihat hasil kerusakan tersebut, Edi Santoso yang menjabat sebagai Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dispora Surabaya pun angkat bicara.

“Pada lembaran kontrak tertulis jelas, kalau kerusakan yang terjadi di tempat yang disewakan harus ditanggung oleh pihak penyewa”, jelas Edy saat disambangi wartawan di kantornya yang berlokasi di Mall Perizinan.

Sementara, Chairul Basalamah selaku Manajer Persebaya pun langsung menanggapi pernyataan Edy terkait kerusakan yang terjadi di Stadion Gelora Bung Tomo itu.

“Saya sudah mendengar masalah kerusakan itu, tapi yang tahu lebih pasti kan pihak panitia pelaksana. Karena, mereka lah yang berada di venue saat pertandingan digelar”, timpal Chairul.

“Mungkin untuk tahu lebih jelasnya, bisa langsung kontak mas Roki (Magbal) saja”, tambahnya.

Namun sampai sekarang, Roki Magbal, Media Officer Persebaya masih belum bisa dihubungi.

Selama ini, Persebaya memang kerap menyewa tempat bertanding bila hendak melakoni laga.