Category Archives: Berita Lain

Timnas Chile Resmi Masukkan Sanchez Untuk Kualifikasi Piala Dunia 2018

Timnas Chile Resmi Masukkan Sanchez Untuk Kualifikasi Piala Dunia 2018
Timnas Chile Resmi Masukkan Sanchez Untuk Kualifikasi Piala Dunia 2018

Jelang Piala Dunia 2018 di Rusia, Chile sudah resmi memasukkan salah satu penggawa Arsenal, Alexis Sanchez kedalam daftar squad. Adapun Sanchez juga sudah diikutsertakan dalam sesi latihan persiapan timnas untuk menghadapi Paraguay serta Bolivia pada ajang kualifikasi Piala Dunia 2018.

“Kami positif memasukkan Alexis sebagai striker kami di timnas”, terang Juan Antonio Pizzi, selaku pelatih La Roja kepada 442 dan Reuters kemarin (Kamis, 17 / 8 / 2017).

Pada musim 2017 – 2018, Sanchez terpaksa absen merumput buat klubnya, Arsenal lantaran tengah didera cidera otot abdominal. Hingga saat ini,  juru gedor berumur 28 tahun itu pun diprediksi masih belum bisa menemani The Gunner melakoni laga tandang kontra Stoke City pada hari Sabtu (19 / 8 / 2017) akhir pekan ini. Sebelumnya, Sanchez juga tidak memperlihatkan batang hidungnya saat Arsenal memenangkan Community Shield atas Chelsea FC dan saat klubnya melakoni laga pembukaan Liga Premier versus Leicester City.

Dengan masuknya Sanchez kedalam timnas Chile tahun ini, ia menjadi salah satu dari total 19 pemain lain yang juga turut berlaga di kancah internasional bersama Pizzi Squad. Salah satunya adalah Arturo Vidal yang saat ini bermain di klub Bayern Munich.

Jadwal bertanding terdekat timnas Chile adalah melawan Bolivia di La Paz pada akhir bulan ini (31 / 8 / 2017).

Sejauh ini, mereka menduduki ranking 4 di klasemen sementara kualifikasi Piala Dunia 2018 Rusia untuk zona Amerika Selatan. Dimana Chile berhasil unggul 1 poin atas Argentina dan unggul 2 poin atas Ekuador.

Dengan duduknya mereka didalam timnas 4 besar, Chile sudah pasti layak melaju ke fase final kualifikasi Piala Dunia. Sementara timnas yang bercokol di urutan 5 akan berlaga di play off kontra Oseania.

Berikut adalah susunan timnas yang siap berlaga di turnamen Piala Dunia 2018 Rusia.

Kiper – Claudio Bravo dari Manchester City

Bek – Mauricio Isla dari Fenerbahce, Enzo Roco dari Cruz Azul, Eugenio Mena dari Sport Recife, Paulo Diaz dari San Lorenzo, Gary Medel dari Beksitas, dan terakhir Osvaldo Gonzales dari Toluca.

Gelandang – Francisco Silva dari Cruz Azul, Charles Aranguiz dari Bayer Leverkusen, Felipe Gutierrez dari Internacional, Arturo Vidal dari Bayern Munich, Pedro Pablo Hernandez dari Celta de Vigo, Marcelo Diaz dari Celta de Vigo, serta Leonardo Valencia dari Botafogo.

Penyerang – Alexis Sanchez dari Arsenal, Eduardo Vargas dari Tigres, Nicolas Castillo dari Pumas UNAM, Edson Puch dari Pachuca, dan Fabian Orellana dari Valencia.

10 Stadion Sepakbola di Dunia Dengan Kapasitas Penonton Terbanyak

Ternyata kita sebagai bangsa Indonesia harus berbangga diri, lantaran stadion sepakbola andalan Indonesia, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (SGBU) termasuk dalam daftar 10 stadion sepakbola terbesar di dunia. Dimana, predikat tersebut diukur dari seberapa besar kapasitas penonton yang mampu ditampungnya. Namun begitu, peringkat berapakah yang diduduki oleh SGBU. Lalu stadion mana yang dicap sebagai stadion sepakbola paling besar di dunia? Simak selengkapnya dibawah ini.

10 – Bukit Jalil National Stadium, Malaysia – Kapasitas penonton: 87,411

Stadion Sepakbola Bukit Jalil National Stadium, Malaysia
Stadion Sepakbola Bukit Jalil National Stadium, Malaysia

Stadion ini dibangun pada tahun 1998 dan bertempat di Ibukota Negeri Jiran Malaysia, Kuala Lumpur. Selain berperan sebagai markas utama timnas Malaysia, Bukit Jalil National Stadium juga difungsikan sebagai tempat diadakannya pertandingan olahraga cabang atletik dan tempat digelarnya sejumlah liga sepakbola lokal.

9 – Stadion Utama Gelora Bung Karno (SGBU), Indonesia – kapasitas penonton: 88,306

Stadion Sepakbola Stadion Utama Gelora Bung Karno (SGBU), Indonesia
Stadion Sepakbola Stadion Utama Gelora Bung Karno (SGBU), Indonesia

Ternyata SGBU yang menjadi kebanggaan Tanah Air Indonesia dalam bidang olahraga, masuk dalam urutan yang ke 9 sebagai stadion sepakbola terbesar di dunia.

Stadion yang didirikan oleh Presiden Republik Indonesia (RI) pertama, Ir Soekarno pada tahun 1962 itu terletak di bilangan Senayan, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.

SGBU seringkali difungsikan sebagai kandang timnas sepakbola Indonesia dan tempat digelarnya beberapa pertandingan olahraga untuk cabang-cabang lainnya. Diantaranya adalah atletik, gulat, basket, senam, dan lain sebagainya.

Laga persahabatan yang mempertemukan tim Korea besutan Park Ji Sung dengan tim Indonesia Legend yang diisi oleh sejumlah pemain-pemain sepakbola legenda Indonesia, juga pernah digelar di stadion sepakbola ini.

8 – Rose Bowl Stadium, Amerika Serikat – Kapasitas penonton: 92,542

Stadion Sepakbola Rose Bowl Stadium, Amerika Serikat
Stadion Sepakbola Rose Bowl Stadium, Amerika Serikat

Stadion yang berlokasi di Pasadena, California, Amerika Serikat (AS) itu merupakan markas dari salah klub sepakbola yang berlaga di MLS (Major League Soccer), yakni LA Galaxy. Selain itu, juga dijadikan sebagai markas dari timnas AS.

Prestasi tertinggi dari Rose Bowl Stadium adalah menjadi tempat digelarnya Piala Dunia 1994.

7 – Wembley Stadium, Inggris – Kapasitas penonton: 90,000

Stadion Sepakbola Wembley Stadium, Inggris
Stadion Sepakbola Wembley Stadium, Inggris

Stadion sepakbola di London ini merupakan milik dari asosiasi sepakbola di Inggris, yaitu FA. Selain dijadikan sebagai markas timnas Tiga Singa (Inggris), stadion ini juga dijadikan sebagai tempat digelarnya liga domestik, laga persahabatan, dan laga nasional di Inggris.

6 – Azadi Stadium, Iran – Kapasitas penonton: 95,225

Stadion Sepakbola Azadi Stadium, Iran
Stadion Sepakbola Azadi Stadium, Iran

Selain sebagai markas dari timnas Iran, klub lokal seperti Persepolis FC serta Esteghlal FC juga bernaung disini.

Walaupun stadion sepakbola yang dibangun di kota Tehran, Iran itu tercatat mampu menampung maksimal 95,225 penonton, sejarah pernah mencatat kalau ada suatu ketika Azadi Stadium pernah dimasuki hingga 100,000 penonton.

Prestasi terbesar dari stadion ini adalah dijadikan tempat digelarnya Asian Games 1974.

5 – FNB Stadium, Afrika Selatan – Kapasitas penonton: 94,736

Stadion Sepakbola FNB Stadium, Afrika Selatan
Stadion Sepakbola FNB Stadium, Afrika Selatan

FNB Stadium dikenal dengan keunikan desain bangunannya. Sang Arsitek sengaja merancang bangunan ini dengan bentuk yang menyerupai bentuk dari pot khas Afrika.

Sejak didirikan pada tahun 1980 di Nasrec, Afrika Selatan, stadion ini pernah ditutup sementara pada tahun 2010 untuk menjalani renovasi.

Selain menjadi tempat digelarnya partai final Piala Dunia 2010 yang mempertemukan timnas Belanda dan timnas Spanyol, FNB Stadium juga memiliki kenangan sejarahnya lainnya. Di stadion terbesar ke 5 ini lah, Nelson Mandela melakukan orasi pertamanya di khalayak ramai setelah bebas dari hukuman penjara tahun 1990.

4 – Estadio Azteca, Meksiko – Kapasitas penonton: 98,500

Stadion Sepakbola Estadio Azteca, Meksiko
Stadion Sepakbola Estadio Azteca, Meksiko

Sejak didirikan di Santa Ursula, Meksiko pada tahun 1966, Estadio Azteca sudah 2 kali dijadikan tempat digelarnya Piala Dunia. Yakni, pada tahun 1970 dan 1986.

Hal yang paling dikenang dari stadion ini adalah terjadinya gol ciptaan Diego Maradona yang terkenal dengan sebutan gol tangan Tuhan, saat timnas Argentina berduel dengan timnas Inggris pada ajang Piala Dunia 1986.

3 – Camp Nou, Spanyol – Kapasitas penonton: 99,354

Stadion Sepakbola Camp Nou, Spanyol
Stadion Sepakbola Camp Nou, Spanyol

Inilah stadion yang melahirkan bintang-bintang sepakbola dunia, seperti Lionel Messi, Luis Figo, dan Johan Cruyff. Stadion yang dirancang khusus untuk diletakkan dibawah tanah tersebut, merupakan markas dari klub raksasa yang berkancah di La Liga Spanyol, Barcelona FC.

Pada tahun 1957, secara resmi Camp Nou pertama kali dibuka untuk publik. Selanjutnya, stadion ini sudah 2 kali menjalani renovasi. Yakni pada tahun 1982 dan 2008.

2 – Salt Lake Stadium, India – Kapasitas penonton: 120,000

Stadion Sepakbola Salt Lake Stadium, India
Stadion Sepakbola Salt Lake Stadium, India

Stadion yang didirikan pada tahun 1984 ini berlokasi di Bidhannagar, Kolkata. Sering dijsebut juga dengan nama Yuva Bharati Krirangan. Merupakan markas dari klub sepakbola Mohun Bagan, East Bengala dan juga timnas India.

Hal yang paling membekas dihati pencinta sepakbola dunia adalah stadion ini menjadi tempat kiper legendaris asal Jerman, Oliver Kahn terakhir kalinya bermain. Sebelum akhirnya memutuskan untuk gantung sepatu pada tahun 2008.

Selain sebagai tempat diselenggarakannya pertandingan sepakbola, perlombaan olahraga cabang atletik juga sering dilangsungkan di Salt Lake Stadium.

1 – Rungrado 1st of May Stadium, Korea Utara – Kapasitas penonton: 150,000

Stadion Sepakbola Rungrado 1st of May Stadium, Korea Utara
Stadion Sepakbola Rungrado 1st of May Stadium, Korea Utara

Ternyata stadion di Pyongyang, Korea Utara yang dibangun pada tahun 1989 itu lah yang menyabet gelar sebagai stadion terbesar di seluruh dunia.

Selain sebagi tempat digelarnya pertandingan sepakbola dan olahraga atletik, Rungrado 1st of May Stadium juga sering digunakan sebagai tempat pagelaran kebudayaan Korea Utara, Arirang Festival.

Sesuai dengan namanya, stadion sepakbola ini dibangun pada tanggal 1 Mei.

Sejarah Turnamen Sepakbola Internasional Piala Dunia

Sejarah Turnamen Sepakbola Internasional Piala Dunia
Sejarah Turnamen Sepakbola Internasional Piala Dunia

Piala Dunia merupakan pertandingan yang diorganisir oleh organisasi sepakbola tertinggi di dunia, FIFA (Federation Internationale de Football Association). Dimana, kompetisi ini mengikutsertakan seluruh negara di berbagai belahan dunia untuk meraih titel Juara Sepakbola Dunia.

Turnamen Piala Dunia pertama kali digelar FIFA pada tahun 1930. Pada saat itu, Jules Rimet selaku orang yang menjabat sebagai Presiden ketiga FIFA periode 1921 – 1954, mengeluarkan ide untuk menentukan tim sepakbola negara mana yang paling kuat di dunia.

Piala Dunia pun digelar Rimet secara perdana di Uruguay. Berdasarkan catatan, ada 13 negara yang pertama kali diundang FIFA untuk ikut berkompetisi di ajang berlevel internasional ini. Selanjutnya, jumlah negara yang menjadi kompetitor di ajang sepakbola paling akbar ini pun terus berekpansi. Hingga pada akhirnya FIFA memutuskan untuk mengikutsertakan 32 negara saja. Dimana sebelumnya, tim nasional dari negara yang berkompetisi harus terlebih dahulu mengikuti pertandingan kualifikasi. Dicatat jumlah seluruh tim yang selalu rutin menjalani proses kualifikasi, ada sekitar 200 tim yang berasal dari seluruh negara-negara di dunia.

Sejatinya, turnamen bertaraf internasional sudah pernah digelar jauh sebelum tahun 1930. Saat itu, kompetisi semacam ini pertama kali berlangsung di Glasgow, negara yang berada diantara Inggris dan Skotlandia. Kendati, kompetisi internasional tersebut bisa dikatakan hampir tidak pernah diselenggarakan diluar negara Inggris.

Baru pada tahun 1902, kompetisi sepakbola tingkat dunia mulai diadakan diluar Inggris. Ada 2 negara yang biasa menjadi tuan rumah turnamen tersebut, yaitu Uruguay ataupun Argentina.

Untuk menaungi segala permasalahan sepakbola yang ada diseluruh dunia, sejumlah negara-negara besar seperti Prancis, Denmark, Belanda, Belgia, Spanyol, Swiss, Swedia dan Jerman pun sepakat untuk mendirikan organisai induk sepakbola dunia yang kita kenal dengan FIFA. FIFA sendiri berdiri di Paris, Prancis pada tanggal 22 Mei 1904.

Dengan langkah yang terorganisir semacam ini, popularitas sepakbola di mata dunia pun meningkat secara eksponansial. Namun, ide brilian tersebut harus dicuri oleh sejumlah negara yang sepakat mengadakan event serupa. Yaitu, IOC atau yang lebih dikenal dengan sebutan Olimpiade. Olimpiade menggelar beberapa cabang olahraga, yang sepakbola termasuk juga didalamnya.

Sebagai langkah untuk menaikkan popularitasnya kembali, FIFA pun mengadakan turnamen sepak bola bertaraf internasional diluar negara-negara yang tergabung dalam kompetisi Olimpiade. Kompetisi tersebut pertama kali dilangsungkan di Swiss pada tahun 1906. Walaupun, event tersebut kurang meraih sukses dan cenderung gagal.

Ternyata persaingan event turnamen sepakbola internasional pun semakin berkembang. Bukan hanya datang dari Olimpiade, tapi pada tahun 1908 di Turin muncul ajang serupa yang bernama Torneo Internazionale Stampa Sportiva yang digelar oleh Sir Thomas Lipton. Adapun untuk memperebutkan Piala Sir Thomas Lipton. Bisa dikatakan event ini lah yang dinilai sebagai turnamen sepakbola internasional yang paling sukses dari yang pernah digelar sebelum-sebelumnya. Tak elak, Torneo Internazionale menjadi cikal bakal ajang Piala Dunia sekarang. Mengingat sistem, kemasan dan manajemennya telah diadopsi untuk menggelar ajang sepakbola 4 tahunan itu.

Berikut adalah daftar tuan rumah dan negara pemenang kompetisi sepakbola Dunia sejak tahun 1930 hingga sekarang.

  • 1930 – Tuan Rumah: Uruguay, Pemenang: Uruguay
  • 1934 – Tuan Rumah: Italia, Pemenang: Italia
  • 1938 – Tuan Rumah: Prancis, Pemenang: Italia
  • 1950 – Tuan Rumah: Brazil, Pemenang: Uruguay
  • 1954 – Tuan Rumah: Swiss, Pemenang: Jerman Barat
  • 1958 – Tuan Rumah: Swedia, Pemenang: Brazil
  • 1962 – Tuan Rumah: Chile, Pemenang: Brazil
  • 1966 – Tuan Rumah: Inggris, Pemenang: Inggris
  • 1970 – Tuan Rumah: Meksiko, Pemenang: Brazil
  • 1974 – Tuan Rumah: Jerman Barat, Pemenang: Jerman Barat
  • 1978 – Tuan Rumah: Argentina, Pemenang: Argentina
  • 1982 – Tuan Rumah: Spanyol, Pemenang: Italia
  • 1986 – Tuan Rumah: Meksiko, Pemenag: Argentina
  • 1990 – Tuan Rumah: Italia, Pemenang: Jerman Barat
  • 1994 – Tuan Rumah: Amerika Serikat, Pemenang: Brazil
  • 1998 – Tuan Rumah: Prancis, Pemenang: Prancis
  • 2002 – Tuan Rumah: Jepang dan Korea, Pemenang: Brazil
  • 2006 – Tuan Rumah: Jerman, Pemenang: Italia
  • 2010 – Tuan Rumah: Afrika Selatan, Pemenang: Spanyol
  • 2014 – Tuan Rumah: Brazil, Pemenang: Jerman
  • 2018 – Tuan Rumah: Rusia, Pemenang: –

Portugal Rebut Juara Tiga Piala Konfederasi 2017

Portugal Rebut Juara Tiga Piala Konfederasi 2017
Portugal Rebut Juara Tiga Piala Konfederasi 2017

Setelah kalah dari Chile, Portugal akhirnya bisa merebut juara 3 Piala Konfederasi 2017 kemarin (Minggu, 2 / 7 / 2017) WIB malam. Melewati duel yang alot, sang jawara Eropa itu mampu memenangkan laga perebutan juara 3 atas Meksiko itu 2 – 1 di menit-menit injury time.

Kedua tim sama-sama terlihat banyak mencipta peluang pada laga yang berlangsung di Otkrytiye Arena itu. Dari catatan ESPN, Portugal tercatat melesatkan 23 attempt dengan 6 diantaranya on target ke gawang lawan. Sedangkan, Meksiko menembak 14 kali dengan 7 shot yang dicatat tertarget ke gawang Portugal.

Lantaran Rafael Marquez menyandung Andre Silva pada menit ke 16, Portugal lantas mendapat kans untuk unggul duluan. Kala itu, wasit menghadiahi kesempatan eksekusi penalti yang dieksekusi oleh Silva. Sayang tendangan yang diarahkan ke sudut kiri bawah, masih terbaca Guillermo Ochoa yang secara sigap langsung menepak bola. Hingga babak pertama usai, papan skor masih mencatatkan angka kacamata bagi kedua tim.

Berlanjut pada babak selanjutnya, Dewi Fortuna agaknya sedikit merapat ke kubu Meksiko di awal-awal. Pada menit ke 54, Javier Hernandez pun melesakkan bola lambung untuk disambut rekannya di depan. Alih-alih tidak mampu disambut oleh pemain Meksiko lainnya, bola malah membentur bibir gawang dan memantul ke tubuh Luis Neto. Malang tak dapat ditentang, bola yang memantul dari tubuh bek Portugal itu malah masuk ke gawang sendiri. Sontak, gol bunuh diri Portugal pun membuahkan keunggulan 1 – 0 untuk Meksiko.

Kendati sudah menggenjot super keras untuk melakukan balasan, Portugal pun masih belum bisa memecah stagnasi hingga menit ke 90. Tapi pada menit ke 91 di masa injury time, giliran Portugal yang dipepet Dewi Fortuna. Pepe yang saat itu berdiri di spot yang bagus di dekat mulut gawang, langsung menyambar umpan cantik dari sisi kanan yang dilayangkan oleh Ricardo Quaresma. Kedudukan pun menjadi 1 sama.

Aksi balasan kini dilancarkan oleh Meksiko, melalui sepakan Hirving Lozano. Namun sayang, reaksi Rui Patricio masih terlalu cekatan untuk menghalau serangan tersebut.

Gol kemenangan Portugal pada akhirnya terjadi saat laga memasuki menit ke 104. Usai Portugal dihadiahi kesempata melakukan pinalti lagi, lantaran Miguel Layun tak sengaja menyentuh bola di area kotak putih. Ditunjuk sebagai algojo, Adrien Silva mampu melaksanakan tugasnya dengan baik untuk melesakkan si kulit bundar ke jala Meksiko. Kedudukan pun berubah menjadi 2 – 1 untuk Portugal.

Emosi Meksiko pun memanas untuk membalas. Gaya bermain Portugal pun spontan berubah menjadi kasar untuk mempertahankan keunggulan mereka. Alhasil, Portugal harus kehilangan Nelsinho yang ditodong kartu kuning kedua pada menit ke 106 oleh wasit. Selanjutnya tak lama dari itu, giliran Raul Jimenez yang diusir keluar lapangan. Setelah juga mengkoleksi kartu kuning keduanya.

Skor 2 – 1 tetap bertahan hingga pluit tanda duel selesai ditiup oleh wasit. Portugal pun resmi menjadi juara 3 Piala Konfederasi 2017.