Category Archives: Berita Bola

Berita Sepakbola Terkini Paling Dahsyat

Bobotoh Hajar Bobotoh

Bobotoh Hajar Bobotoh
Bobotoh Hajar Bobotoh

Kejadian mengenaskan terjadi saat laga lanjutan Liga 1 yang mempertemukan Persib Bandung dan Persija Jakarta. Seorang anggota suporter Maung Bandung harus meregang nyawa, lantaran dikeroyok. Namun bukan tim suporter macan Kemayoran pelakunya, melainkan justru oknum yang juga menjadi anggota Bobotoh sendiri.

Korban pengeroyokan tersebut bernama Ricko Andrean Maulana. Alm. Ricko meninggal kemarin (Kamis, 27 / 7 / 2017) pada pukul 10 pagi di RS St Yusuf, setelah sempat dirawat beberapa hari disana. Ricko mengalami trauma berat dari hantaman benda tumpul ke kepalanya. Setelah tak sadarkan diri selama beberapa hari, pada akhirnya Ricko pun menggembuskan nafas terakhir.

Mendengar berita tak sedap ini, Menpora Imam Nahrawi pun langsung angkat bicara. Lewat akun Twitter pribadinya @imam_nahrawi, Imam mencuit, ‘Innalillahi wainnailaihi rojiuun, saya ucapkan rasa belasungkawa saya yang sebesar-besarnya kepada keluarga Ricko Andrean Maulana yang ditinggalkan. Saya harap, agar sepakbola Indonesia tidak memakan korban seperti ini lagi kedepannya’.

Cekcok dan pengeroyokan disinyalir berawal dari adu mulut dan saling ejek antar The Viking dan Jakmania. Dimana, Ricko merupakan korban salah sasaran Bobotoh yang disangka anggota suporter kubu DKI. Nasib sial pun menghampiri Ricko yang pada saat itu malah menemui ajal.

Sejauh ini terdengar kabar dari pihak keluarga Almarhum, kalau zenazah Ricko sudah disemayamkan di Rumah Duka Jl Jelambar Cicadas Bandung Jawa barat. Untuk selanjutnya akan segera dimakamkan.

10 Stadion Sepakbola di Dunia Dengan Kapasitas Penonton Terbanyak

Ternyata kita sebagai bangsa Indonesia harus berbangga diri, lantaran stadion sepakbola andalan Indonesia, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (SGBU) termasuk dalam daftar 10 stadion sepakbola terbesar di dunia. Dimana, predikat tersebut diukur dari seberapa besar kapasitas penonton yang mampu ditampungnya. Namun begitu, peringkat berapakah yang diduduki oleh SGBU. Lalu stadion mana yang dicap sebagai stadion sepakbola paling besar di dunia? Simak selengkapnya dibawah ini.

10 – Bukit Jalil National Stadium, Malaysia – Kapasitas penonton: 87,411

Stadion Sepakbola Bukit Jalil National Stadium, Malaysia
Stadion Sepakbola Bukit Jalil National Stadium, Malaysia

Stadion ini dibangun pada tahun 1998 dan bertempat di Ibukota Negeri Jiran Malaysia, Kuala Lumpur. Selain berperan sebagai markas utama timnas Malaysia, Bukit Jalil National Stadium juga difungsikan sebagai tempat diadakannya pertandingan olahraga cabang atletik dan tempat digelarnya sejumlah liga sepakbola lokal.

9 – Stadion Utama Gelora Bung Karno (SGBU), Indonesia – kapasitas penonton: 88,306

Stadion Sepakbola Stadion Utama Gelora Bung Karno (SGBU), Indonesia
Stadion Sepakbola Stadion Utama Gelora Bung Karno (SGBU), Indonesia

Ternyata SGBU yang menjadi kebanggaan Tanah Air Indonesia dalam bidang olahraga, masuk dalam urutan yang ke 9 sebagai stadion sepakbola terbesar di dunia.

Stadion yang didirikan oleh Presiden Republik Indonesia (RI) pertama, Ir Soekarno pada tahun 1962 itu terletak di bilangan Senayan, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.

SGBU seringkali difungsikan sebagai kandang timnas sepakbola Indonesia dan tempat digelarnya beberapa pertandingan olahraga untuk cabang-cabang lainnya. Diantaranya adalah atletik, gulat, basket, senam, dan lain sebagainya.

Laga persahabatan yang mempertemukan tim Korea besutan Park Ji Sung dengan tim Indonesia Legend yang diisi oleh sejumlah pemain-pemain sepakbola legenda Indonesia, juga pernah digelar di stadion sepakbola ini.

8 – Rose Bowl Stadium, Amerika Serikat – Kapasitas penonton: 92,542

Stadion Sepakbola Rose Bowl Stadium, Amerika Serikat
Stadion Sepakbola Rose Bowl Stadium, Amerika Serikat

Stadion yang berlokasi di Pasadena, California, Amerika Serikat (AS) itu merupakan markas dari salah klub sepakbola yang berlaga di MLS (Major League Soccer), yakni LA Galaxy. Selain itu, juga dijadikan sebagai markas dari timnas AS.

Prestasi tertinggi dari Rose Bowl Stadium adalah menjadi tempat digelarnya Piala Dunia 1994.

7 – Wembley Stadium, Inggris – Kapasitas penonton: 90,000

Stadion Sepakbola Wembley Stadium, Inggris
Stadion Sepakbola Wembley Stadium, Inggris

Stadion sepakbola di London ini merupakan milik dari asosiasi sepakbola di Inggris, yaitu FA. Selain dijadikan sebagai markas timnas Tiga Singa (Inggris), stadion ini juga dijadikan sebagai tempat digelarnya liga domestik, laga persahabatan, dan laga nasional di Inggris.

6 – Azadi Stadium, Iran – Kapasitas penonton: 95,225

Stadion Sepakbola Azadi Stadium, Iran
Stadion Sepakbola Azadi Stadium, Iran

Selain sebagai markas dari timnas Iran, klub lokal seperti Persepolis FC serta Esteghlal FC juga bernaung disini.

Walaupun stadion sepakbola yang dibangun di kota Tehran, Iran itu tercatat mampu menampung maksimal 95,225 penonton, sejarah pernah mencatat kalau ada suatu ketika Azadi Stadium pernah dimasuki hingga 100,000 penonton.

Prestasi terbesar dari stadion ini adalah dijadikan tempat digelarnya Asian Games 1974.

5 – FNB Stadium, Afrika Selatan – Kapasitas penonton: 94,736

Stadion Sepakbola FNB Stadium, Afrika Selatan
Stadion Sepakbola FNB Stadium, Afrika Selatan

FNB Stadium dikenal dengan keunikan desain bangunannya. Sang Arsitek sengaja merancang bangunan ini dengan bentuk yang menyerupai bentuk dari pot khas Afrika.

Sejak didirikan pada tahun 1980 di Nasrec, Afrika Selatan, stadion ini pernah ditutup sementara pada tahun 2010 untuk menjalani renovasi.

Selain menjadi tempat digelarnya partai final Piala Dunia 2010 yang mempertemukan timnas Belanda dan timnas Spanyol, FNB Stadium juga memiliki kenangan sejarahnya lainnya. Di stadion terbesar ke 5 ini lah, Nelson Mandela melakukan orasi pertamanya di khalayak ramai setelah bebas dari hukuman penjara tahun 1990.

4 – Estadio Azteca, Meksiko – Kapasitas penonton: 98,500

Stadion Sepakbola Estadio Azteca, Meksiko
Stadion Sepakbola Estadio Azteca, Meksiko

Sejak didirikan di Santa Ursula, Meksiko pada tahun 1966, Estadio Azteca sudah 2 kali dijadikan tempat digelarnya Piala Dunia. Yakni, pada tahun 1970 dan 1986.

Hal yang paling dikenang dari stadion ini adalah terjadinya gol ciptaan Diego Maradona yang terkenal dengan sebutan gol tangan Tuhan, saat timnas Argentina berduel dengan timnas Inggris pada ajang Piala Dunia 1986.

3 – Camp Nou, Spanyol – Kapasitas penonton: 99,354

Stadion Sepakbola Camp Nou, Spanyol
Stadion Sepakbola Camp Nou, Spanyol

Inilah stadion yang melahirkan bintang-bintang sepakbola dunia, seperti Lionel Messi, Luis Figo, dan Johan Cruyff. Stadion yang dirancang khusus untuk diletakkan dibawah tanah tersebut, merupakan markas dari klub raksasa yang berkancah di La Liga Spanyol, Barcelona FC.

Pada tahun 1957, secara resmi Camp Nou pertama kali dibuka untuk publik. Selanjutnya, stadion ini sudah 2 kali menjalani renovasi. Yakni pada tahun 1982 dan 2008.

2 – Salt Lake Stadium, India – Kapasitas penonton: 120,000

Stadion Sepakbola Salt Lake Stadium, India
Stadion Sepakbola Salt Lake Stadium, India

Stadion yang didirikan pada tahun 1984 ini berlokasi di Bidhannagar, Kolkata. Sering dijsebut juga dengan nama Yuva Bharati Krirangan. Merupakan markas dari klub sepakbola Mohun Bagan, East Bengala dan juga timnas India.

Hal yang paling membekas dihati pencinta sepakbola dunia adalah stadion ini menjadi tempat kiper legendaris asal Jerman, Oliver Kahn terakhir kalinya bermain. Sebelum akhirnya memutuskan untuk gantung sepatu pada tahun 2008.

Selain sebagai tempat diselenggarakannya pertandingan sepakbola, perlombaan olahraga cabang atletik juga sering dilangsungkan di Salt Lake Stadium.

1 – Rungrado 1st of May Stadium, Korea Utara – Kapasitas penonton: 150,000

Stadion Sepakbola Rungrado 1st of May Stadium, Korea Utara
Stadion Sepakbola Rungrado 1st of May Stadium, Korea Utara

Ternyata stadion di Pyongyang, Korea Utara yang dibangun pada tahun 1989 itu lah yang menyabet gelar sebagai stadion terbesar di seluruh dunia.

Selain sebagi tempat digelarnya pertandingan sepakbola dan olahraga atletik, Rungrado 1st of May Stadium juga sering digunakan sebagai tempat pagelaran kebudayaan Korea Utara, Arirang Festival.

Sesuai dengan namanya, stadion sepakbola ini dibangun pada tanggal 1 Mei.

Ke Old Trafford, Lukaku Dobrak Rekor Transfer Paling Mahal di MU

Ke Old Trafford, Lukaku Dobrak Rekor Transfer Paling Mahal di MU
Ke Old Trafford, Lukaku Dobrak Rekor Transfer Paling Mahal di MU

MU berharap Lukaku bisa jadi pengganti Ibra di musim depan

Pekan Lalu Romelu Lukaku resmi diangkut MU (Manchester United) dari Everton FC. Bergantung pada tenaga Lukaku di musim depan, Setan Merah tak sungkan-sungkan menggelontorkan uang senilai 75,000,000 Pound untuk menebus bomber kelahiran Belgia itu.

Ekpektasi MU kepada Lukaku memang tidaklah sepele. Lukaku diharapkan bisa menggantikan peran Zlatan Ibrahimovic, yang sebelumnya merupakan mesin gol MU.

MU memang enggan untuk memperpanjang kontrak Ibra, mengingat dirinya yang sedang mengalami cidera parah yang tidak kunjung sembuh. Sebagai alternatif, Jose Mourinho pun akhirnya berhasil menemukan sosok Lukaku yang dirasanya pas untuk mempertajam lini depan MU.

Profil Lukaku sebagai striker Everton di musim 2016 / 2017 lalu, bisa dibilang termasuk disegani. Sepanjang mengarungi Liga Premier selama semusim, pemain berumur 24 tahun itu sukses mempersembahkan 25 gol bagi klubnya.

Lukaku pecah rekor sebagai pemain baru dengan nilai transfer paling mahal di MU

Kepindahan Lukaku ke Old Trafford pun sempat membuat geger fans The Red Devil. Lukaku dicap sebagai pemain baru MU yang punya harga banrol transfer paling besar di klub, sekaligus menjadi rekor baru yang memecahkan rekor transfer Paul Pogba sebelumnya.

Namun begitu, fans fanatik tidak terlalu ambil pusing dengan seberapa mahal nilai transfer pemain timnas Belgia itu. Mereka hanya berharap, kalau Lukaku bisa membawa MU meraih banyak titel di musim depan.

Antusiasme fans fanatik Setan Murah terkait soal kepindahan Lukaku ke MU, dibuktikan dengan total retweet di akun Twitter resmi MU. Yakni, mencapai 93,000 cuitan. Itupun juga mengalahkan antusiasme mereka, saat menantikan Paul Pogba yang didatangkan dari Turin. Yaitu, mencapai 88,000 retweet.

Dibanding klub Liga Premier lainnya, MU merupakan klub yang paling gandrung dibicarakan di sosial media. Omongan tentang mereka pun tidak hanya terjadi di Twitter saja, namun juga di Facebook, Line, dan Instagram. Selain mereka juga memang sangat aktif menebar pesona di jejaring sosial.

Sejarah Turnamen Sepakbola Internasional Piala Dunia

Sejarah Turnamen Sepakbola Internasional Piala Dunia
Sejarah Turnamen Sepakbola Internasional Piala Dunia

Piala Dunia merupakan pertandingan yang diorganisir oleh organisasi sepakbola tertinggi di dunia, FIFA (Federation Internationale de Football Association). Dimana, kompetisi ini mengikutsertakan seluruh negara di berbagai belahan dunia untuk meraih titel Juara Sepakbola Dunia.

Turnamen Piala Dunia pertama kali digelar FIFA pada tahun 1930. Pada saat itu, Jules Rimet selaku orang yang menjabat sebagai Presiden ketiga FIFA periode 1921 – 1954, mengeluarkan ide untuk menentukan tim sepakbola negara mana yang paling kuat di dunia.

Piala Dunia pun digelar Rimet secara perdana di Uruguay. Berdasarkan catatan, ada 13 negara yang pertama kali diundang FIFA untuk ikut berkompetisi di ajang berlevel internasional ini. Selanjutnya, jumlah negara yang menjadi kompetitor di ajang sepakbola paling akbar ini pun terus berekpansi. Hingga pada akhirnya FIFA memutuskan untuk mengikutsertakan 32 negara saja. Dimana sebelumnya, tim nasional dari negara yang berkompetisi harus terlebih dahulu mengikuti pertandingan kualifikasi. Dicatat jumlah seluruh tim yang selalu rutin menjalani proses kualifikasi, ada sekitar 200 tim yang berasal dari seluruh negara-negara di dunia.

Sejatinya, turnamen bertaraf internasional sudah pernah digelar jauh sebelum tahun 1930. Saat itu, kompetisi semacam ini pertama kali berlangsung di Glasgow, negara yang berada diantara Inggris dan Skotlandia. Kendati, kompetisi internasional tersebut bisa dikatakan hampir tidak pernah diselenggarakan diluar negara Inggris.

Baru pada tahun 1902, kompetisi sepakbola tingkat dunia mulai diadakan diluar Inggris. Ada 2 negara yang biasa menjadi tuan rumah turnamen tersebut, yaitu Uruguay ataupun Argentina.

Untuk menaungi segala permasalahan sepakbola yang ada diseluruh dunia, sejumlah negara-negara besar seperti Prancis, Denmark, Belanda, Belgia, Spanyol, Swiss, Swedia dan Jerman pun sepakat untuk mendirikan organisai induk sepakbola dunia yang kita kenal dengan FIFA. FIFA sendiri berdiri di Paris, Prancis pada tanggal 22 Mei 1904.

Dengan langkah yang terorganisir semacam ini, popularitas sepakbola di mata dunia pun meningkat secara eksponansial. Namun, ide brilian tersebut harus dicuri oleh sejumlah negara yang sepakat mengadakan event serupa. Yaitu, IOC atau yang lebih dikenal dengan sebutan Olimpiade. Olimpiade menggelar beberapa cabang olahraga, yang sepakbola termasuk juga didalamnya.

Sebagai langkah untuk menaikkan popularitasnya kembali, FIFA pun mengadakan turnamen sepak bola bertaraf internasional diluar negara-negara yang tergabung dalam kompetisi Olimpiade. Kompetisi tersebut pertama kali dilangsungkan di Swiss pada tahun 1906. Walaupun, event tersebut kurang meraih sukses dan cenderung gagal.

Ternyata persaingan event turnamen sepakbola internasional pun semakin berkembang. Bukan hanya datang dari Olimpiade, tapi pada tahun 1908 di Turin muncul ajang serupa yang bernama Torneo Internazionale Stampa Sportiva yang digelar oleh Sir Thomas Lipton. Adapun untuk memperebutkan Piala Sir Thomas Lipton. Bisa dikatakan event ini lah yang dinilai sebagai turnamen sepakbola internasional yang paling sukses dari yang pernah digelar sebelum-sebelumnya. Tak elak, Torneo Internazionale menjadi cikal bakal ajang Piala Dunia sekarang. Mengingat sistem, kemasan dan manajemennya telah diadopsi untuk menggelar ajang sepakbola 4 tahunan itu.

Berikut adalah daftar tuan rumah dan negara pemenang kompetisi sepakbola Dunia sejak tahun 1930 hingga sekarang.

  • 1930 – Tuan Rumah: Uruguay, Pemenang: Uruguay
  • 1934 – Tuan Rumah: Italia, Pemenang: Italia
  • 1938 – Tuan Rumah: Prancis, Pemenang: Italia
  • 1950 – Tuan Rumah: Brazil, Pemenang: Uruguay
  • 1954 – Tuan Rumah: Swiss, Pemenang: Jerman Barat
  • 1958 – Tuan Rumah: Swedia, Pemenang: Brazil
  • 1962 – Tuan Rumah: Chile, Pemenang: Brazil
  • 1966 – Tuan Rumah: Inggris, Pemenang: Inggris
  • 1970 – Tuan Rumah: Meksiko, Pemenang: Brazil
  • 1974 – Tuan Rumah: Jerman Barat, Pemenang: Jerman Barat
  • 1978 – Tuan Rumah: Argentina, Pemenang: Argentina
  • 1982 – Tuan Rumah: Spanyol, Pemenang: Italia
  • 1986 – Tuan Rumah: Meksiko, Pemenag: Argentina
  • 1990 – Tuan Rumah: Italia, Pemenang: Jerman Barat
  • 1994 – Tuan Rumah: Amerika Serikat, Pemenang: Brazil
  • 1998 – Tuan Rumah: Prancis, Pemenang: Prancis
  • 2002 – Tuan Rumah: Jepang dan Korea, Pemenang: Brazil
  • 2006 – Tuan Rumah: Jerman, Pemenang: Italia
  • 2010 – Tuan Rumah: Afrika Selatan, Pemenang: Spanyol
  • 2014 – Tuan Rumah: Brazil, Pemenang: Jerman
  • 2018 – Tuan Rumah: Rusia, Pemenang: –

Francesco Rekrut Banyak Pemain Buat Squad AS Roma

Eusebio Di Francesco masih butuh banyak pemain buat AS Roma

Francesco Rekrut Banyak Pemain Buat Squad AS Roma
Francesco Rekrut Banyak Pemain Buat Squad AS Roma

Dari informasi terakhir yang didapat dari AS Roma, coach Eusebio Di Francesco bilang kalau dirinya masih butuh banyak pemain baru untuk mempersiapkan squadnya menatap musim 2017 / 2018. Setidaknya, bakal ada 5 pemain lagi yang akan direkrut oleh pelatih 47 tahun itu.

Sebelumnya, AS Roma sudah melepas 3 pemain kuncinya di musim panas tahun 2017 ini. Mereka diantaranya Mohamed Salah yang dijual ke Liverpool, lalu Leandro Paredes yang bertolak ke Zenit Saint Petersburg, dan Antonio Ruediger yang kini berseragamkan Chelsea. Bahkan rumornya, 2 pemain lini tengah andalan AS Roma lainnya, Giallorossi dan Radja Nainggolan juga sedang diburu oleh Inter Milan.

Sedangkan nama-nama yang sudah dibeli AS Roma saat ini adalah Hector Moreno sebagai bek tengah, lalu Rick Karsdorp sebagai bek kanan, serta Lorenzo Pellegrini dan Maxime Gonalons sebagai gelandang. Adapun, Francesco tetap ngotot tetap butuh banyak pemain. Setidaknya akan ada 5 pemain baru lainnya yang bakal diangkut oleh Roma.

“Saya masih butuh pemain serep untu membackup Edin Dzeko, lalu 2 gelandang, dan 3 bek serep”, terang Francesco saat diwawancara oleh Sky Sport Italia.

“Untuk lini depan dan tengah, menurut saya sudah oke lah. Masalah lini pertahanan ini, yang masih merisaukan saya”, sambung pria yang dulu juga bermain sebagai gelandang.

Radja Nainggolan disebut Francesco, tidak bakalan kemana-mana

Saat ditanyai terkait rumor kepergian Radja Nainggolan, Francesco meyakinkan pun meyakinkan pers. Kalau gelandang berdarah Batak Belgia itu tetap akan membela Roma di musim depan.

“Radja adalah pemain kami yang bagus. Ia pun sudah cocok bermain bersama kami. Jadi saya pastikan, kalau Radja bakal terus bersama kami. Saat menjalani tur pra musim di Amerika Serikat, dia pun sudah pasti akan ikut ambil bagian”, ujar Francesco.

“Seperti saya bilang tadi. Untuk bagian tengah dan depan saya sudah sangat pede. Saya hanya masih harus bekerja ekstra keras untuk mendandani barisan pertahanan saya. Percuma serangannya kuat, tapi pertahanannya tempe. Kami akan bisa kebobolan juga nantinya”, tambahnya lagi sembari menuntaskan pembicaraan.

Dua Pilar Absen, Bhayangkara Mati Kutu

Dua Pilar Absen, Bhayangkara Mati Kutu
Dua Pilar Absen, Bhayangkara Mati Kutu

Simon McMenemy, selaku pelatih Bhayangkara FC akhirnya harus rela mengakui ketangguhan Barito Putera. Pasalnya, The Guardian keok 0 – 1 saat menjamu Barito pada laga lanjutan Liga 1 Gojek Traveloka ynag digelar kemarin (Selasa, 4 / 7 / 2017) malam WIB di Stadion Patriot Chandrabhaga Bekasi.

Disisi lain McMenemy juga mengatakan, kalau melempemnya Bhayangkara, lantaran tampil tanpa 2 pemain kunci mereka. Yakni Evan Dimas dan juga Putu Gede.

Sejatinya, Bhayangkara sempat mendapat peluang untuk menyeimbangkan kedudukan. Namun shot attempt dari Bhayangkara, masih bisa dibaca oleh Adhitya Harlan yang mengawal mistar Laskar Antasari. Alhasil kedudukan 1 – 0 yang sudah terlebih dulu dicetak lewat gol Matias Jesus Cordoba pada menit ke 14, tidak berubah hingga pluit tanda laga tuntas ditiup wasit.

Saat laga berkahir, McMenemy tak segan-segan untuk memuji Barito yang sudah tampil konsisten dari awal sampai akhir. Sekaligus memberikan salam hormatnya kepada Jackson F Tiago selaku pelatih dari Barito.

“Saya ucapkan selamat kepada coach Jackson dan Barito. Bukan cuma berhasil bikin gol, tapi Barito sudah bermain sangat bagus. Tetap stabil dari awal sampai akhir bertanding”, puji pelatih asal Inggris itu.

“Tapi bukan berarti kami bermain jelek, lho. Hanya saja kami belum hoki”, sambung McMenemy sembari bercanda.

Ketidakhadiran Evan Dimas serta Putu Gede kemarin, memang terlihat sangat berdampak pada performa Bhayangkara. Mereka berdua yang disebut dengan 2 pilar Bhayangkara terpaksa absen, lantaran harus mengikuti sesi persiapan ajang Kualifikasi Piala Asia U – 23 bersama timnas.

“Absennya Evan Dimas dan Putu Gede terus terang membuat saya sangat pusing. Apalagi mereka berdua lah yang selama ini mempunyai peran yang besar, dari lini tengah hingga lini pertahanan”, kata McMenemy mengomentari absennya Evan Dimas dan Putu Gede.

Pernyataan mantan pelatih timnas Filipina itu juga diaminkan oleh Deny Saputra, bek dari Bhayangkara.

“Hilangnya Evan dan Putu, membuat kami setim harus menyesuaikan pola permainan dari awal. Pada akhirnya, kami pun kewalahan antara bermain dengan kondisi baru dengan menjaga pertahanan kami dari rangsekan lawan”, sahut Dany.

Pepe Reina Mau Bercokol Seumur Hidup, Napoli Bilang Monggo Mas

Pepe Reina Mau Bercokol Seumur Hidup, Napoli Bilang Monggo Mas
Pepe Reina Mau Bercokol Seumur Hidup, Napoli Bilang Monggo Mas

Sudah ditegaskan oleh Napoli, kalau mereka emoh untuk melepas kipernya, Pepe Reina. Bahkan Sang Presiden klub, Aurelio De Laurentiis sudah buka omongan untuk memperbolehkan Reina bermain seumur hidup bersama Partenopei.

Sejatinya, kontrak Reina bersama Napoli bakal berakhir pada musim depan. Seiring dengan itu, nama kiper asal Spanyol itu pun mulai diisukan tengah didekati beberapa klub.

Kendati De Laurentiis sudah menegaskan untuk mempertahankan Reina, namun presiden klub yang juga merupakan produser film itu mengatakan akan tetap mencari kiper pembantu untuk membackup peran Reina.

“Kami mencari kiper baru, bukan untuk menggantikan Reina. Saya senang dia (Reina) bisa bermain di Napoli. Bermain seumur hidupnya pun saya persilahkan”, ujar De Laurentiis kepada Football Italia.

“Kharisma, pengalaman dan skill Reina adalah alasan saya mempertahankannya. Kiper pembantu yang baru hanya bertugas untuk membackup, kalau-kalau dia cedera”, imbuh bos kelahiran Roma 68 tahun yang lalu itu.

“Lagipula, saya bisa melihat dedikasi Reina di Napoli dengan sangat jelas. Istrinya saja sampai khawatir, karena dia lebih mengutamakan pekerjaan. Itu karena dia adalah pekerja keras. Hal yang sama pun terjadi terhadap diri saya, makanya saya paham betul dengan pribadi Reina”.

“Saya selalu punya banyak peluang untuk orang yang sudah saya percayai. Seandainya dia sudah tidak mau bermain lagi, saya pun sangat senang jika Reina bersedia melatih pemain-pemain muda kami”.

“Saya melihat dia punya jiwa memotivasi yang baik. Cocok juga sebagai pelatih diusianya yang sudah sangat matang sebagai atlit”, tuntas De Laurentiis mengakhiri pujian kepada kiper yang juga pernah bermain di Liverpool itu.

Portugal Rebut Juara Tiga Piala Konfederasi 2017

Portugal Rebut Juara Tiga Piala Konfederasi 2017
Portugal Rebut Juara Tiga Piala Konfederasi 2017

Setelah kalah dari Chile, Portugal akhirnya bisa merebut juara 3 Piala Konfederasi 2017 kemarin (Minggu, 2 / 7 / 2017) WIB malam. Melewati duel yang alot, sang jawara Eropa itu mampu memenangkan laga perebutan juara 3 atas Meksiko itu 2 – 1 di menit-menit injury time.

Kedua tim sama-sama terlihat banyak mencipta peluang pada laga yang berlangsung di Otkrytiye Arena itu. Dari catatan ESPN, Portugal tercatat melesatkan 23 attempt dengan 6 diantaranya on target ke gawang lawan. Sedangkan, Meksiko menembak 14 kali dengan 7 shot yang dicatat tertarget ke gawang Portugal.

Lantaran Rafael Marquez menyandung Andre Silva pada menit ke 16, Portugal lantas mendapat kans untuk unggul duluan. Kala itu, wasit menghadiahi kesempatan eksekusi penalti yang dieksekusi oleh Silva. Sayang tendangan yang diarahkan ke sudut kiri bawah, masih terbaca Guillermo Ochoa yang secara sigap langsung menepak bola. Hingga babak pertama usai, papan skor masih mencatatkan angka kacamata bagi kedua tim.

Berlanjut pada babak selanjutnya, Dewi Fortuna agaknya sedikit merapat ke kubu Meksiko di awal-awal. Pada menit ke 54, Javier Hernandez pun melesakkan bola lambung untuk disambut rekannya di depan. Alih-alih tidak mampu disambut oleh pemain Meksiko lainnya, bola malah membentur bibir gawang dan memantul ke tubuh Luis Neto. Malang tak dapat ditentang, bola yang memantul dari tubuh bek Portugal itu malah masuk ke gawang sendiri. Sontak, gol bunuh diri Portugal pun membuahkan keunggulan 1 – 0 untuk Meksiko.

Kendati sudah menggenjot super keras untuk melakukan balasan, Portugal pun masih belum bisa memecah stagnasi hingga menit ke 90. Tapi pada menit ke 91 di masa injury time, giliran Portugal yang dipepet Dewi Fortuna. Pepe yang saat itu berdiri di spot yang bagus di dekat mulut gawang, langsung menyambar umpan cantik dari sisi kanan yang dilayangkan oleh Ricardo Quaresma. Kedudukan pun menjadi 1 sama.

Aksi balasan kini dilancarkan oleh Meksiko, melalui sepakan Hirving Lozano. Namun sayang, reaksi Rui Patricio masih terlalu cekatan untuk menghalau serangan tersebut.

Gol kemenangan Portugal pada akhirnya terjadi saat laga memasuki menit ke 104. Usai Portugal dihadiahi kesempata melakukan pinalti lagi, lantaran Miguel Layun tak sengaja menyentuh bola di area kotak putih. Ditunjuk sebagai algojo, Adrien Silva mampu melaksanakan tugasnya dengan baik untuk melesakkan si kulit bundar ke jala Meksiko. Kedudukan pun berubah menjadi 2 – 1 untuk Portugal.

Emosi Meksiko pun memanas untuk membalas. Gaya bermain Portugal pun spontan berubah menjadi kasar untuk mempertahankan keunggulan mereka. Alhasil, Portugal harus kehilangan Nelsinho yang ditodong kartu kuning kedua pada menit ke 106 oleh wasit. Selanjutnya tak lama dari itu, giliran Raul Jimenez yang diusir keluar lapangan. Setelah juga mengkoleksi kartu kuning keduanya.

Skor 2 – 1 tetap bertahan hingga pluit tanda duel selesai ditiup oleh wasit. Portugal pun resmi menjadi juara 3 Piala Konfederasi 2017.

Demi Jaga Kepercayaan, Saul Tetap Setia di Atletico

Demi Jaga Kepercayaan, Saul Tetap Setia di Atletico
Demi Jaga Kepercayaan, Saul Tetap Setia di Atletico

Demi menjaga kepercayaan yang diberikan oleh klubnya yang sekarang, Atletico Madrid, Saul Niguez berjanji untuk tetap komit bermain bersama Los Colchoneros.

Atletico sendiri mulai percaya kepada Saul, seiring dengan performanya yang dilihat oke. Terakhir, gelandang bertahan itu menjadi sosok kunci yang menentukan tim nasional (timnas) Spanyol U – 21 bisa memenangkan pertarungannya dengan timnas Italia atau tidak. Italia pada akhirnya harus keok atas Spanyol 1 – 3 di laga putaran semi final kompetisi Piala Eropa U – 21 itu. Dimana, Saul lah yang menjadi penyumbang tunggal dari ketiga gol yang tercipta untuk timnasnya itu. Sekaligus menyabet predikat sebagai pencipta hat trick kala itu.

Peningkatan performa Saul pun sangat dirasakan Atletico di musim 2016 – 2017 lalu. Mendapat kesempatan bermain 53 kali, pesepakbola 22 tahun itu mendonasi 9 gol serta 4 assist untuk klub besutan Diego Simeone itu.

Disisi lain, eksistensi Saul dengan performa ciamiknya pun merambat sampai ke kuping Ernesto Valverde, sang bos baru dari Barcelona FC. Sontak, Valverde pun tertarik untuk mengangkutnya ke Camp Nou. Namun begitu, isu ketertarikan klub asal Catalan itu langsung direspons oleh Saul melalui media AS.

“Sama sekali tidak terbesit didalam benak saya untuk pergi meninggalkan Atletico. Saya senang bermain disini dan tetap akan ada disini tentunya”, tegas Saul saat diwawancara oeh AS.

“Atletico sudah menaruh kepercayaan kepada saya sejak usia muda, maka saya tidak akan pernah lupa dengan budi itu. Hal yang akan saya lakukan kedepan adalah terus meningkatkan prestasi dan selalu memberikan yang terbaik untuk klub. Itu sudah jadi komitmen saya dan tidak bisa ditawar-tawar lagi”, tuntasnya menyudahi sesi wawancara.

Lakukan Vandalisme, Persebaya Dituntut Ganti Rugi

Lakukan Vandalisme, Persebaya Dituntut Ganti Rugi
Lakukan Vandalisme, Persebaya Dituntut Ganti Rugi

Laga persahabatan yang mempertemukan Persebaya Surabaya dan Persik Kediri yang digelar di Gelora Bung Tomo, meninggalkan sebuah masalah. Yakni, kerusakan terjadi pada sejumlah fasilitas yang terdapat di venue.

Saat itu, laga yang berlangsung pada akhir pekan (17 / 6 / 2017) kemarin cuma berakhir imbang 1 – 1. Namun bertepatan dengan hari ulang tahun Persebaya yang ke 90, suporter Persebaya pun mulai menyalakan kembang api untuk selebrasi. Kendati sampahnya dibuang di lintasan olahraga atletik. Sontak, permukaan lintasan tersebut menjadi gompal dan bopeng akibat terkena panas dan percikan api.

Selain merusak lintasan atletik, suporter Persebaya juga menjebol sejumlah pintu masuk dan merusak pagar pembatas kompleks stadion.

Melihat hasil kerusakan tersebut, Edi Santoso yang menjabat sebagai Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dispora Surabaya pun angkat bicara.

“Pada lembaran kontrak tertulis jelas, kalau kerusakan yang terjadi di tempat yang disewakan harus ditanggung oleh pihak penyewa”, jelas Edy saat disambangi wartawan di kantornya yang berlokasi di Mall Perizinan.

Sementara, Chairul Basalamah selaku Manajer Persebaya pun langsung menanggapi pernyataan Edy terkait kerusakan yang terjadi di Stadion Gelora Bung Tomo itu.

“Saya sudah mendengar masalah kerusakan itu, tapi yang tahu lebih pasti kan pihak panitia pelaksana. Karena, mereka lah yang berada di venue saat pertandingan digelar”, timpal Chairul.

“Mungkin untuk tahu lebih jelasnya, bisa langsung kontak mas Roki (Magbal) saja”, tambahnya.

Namun sampai sekarang, Roki Magbal, Media Officer Persebaya masih belum bisa dihubungi.

Selama ini, Persebaya memang kerap menyewa tempat bertanding bila hendak melakoni laga.